Wednesday, 10 June 2015

Waspada Bahaya Naik Kereta Api



Kereta api. Jika mendengar nama kendaraan itu, pasti yang terpikir di benak kita adalah bunyi, ‘Tut … tut … tut …,’ yang sering kita dengar pada lagu kereta api yang berulang kali dinyanyikan adik kita. Hehe, masa kecil kurang bahagia.
           
Guys, kalau mendengar kereta api, saya baru pertama kali menaiki kendaraan dengan laju cepat itu. Kereta api saya pilih sebagai alternatif adalah karena harga tiketnya yang ekonomis alias murah. Pengalaman saya ketika menaiki kereta api sangat seru, namun sering kali saya was-was jika lupa di mana tempat pemberhentian kita, soalnya saya sering lupa arah. Hehe. Ketika itu saya dari Surabaya akan menuju Lamongan. Sebelumnya saya belum pernah menaiki kendaraan tersebut, tapi berhubung banyak teman yang bisa diajak bareng, maka saya ikut saja. Sekalian buat pengalaman.
                                      
Seusai naik kereta, saya teringat dengan temannya teman saya—saya lupa namanya, namun sering dipanggil dengan sebutan, ‘Mbah’. Ketika itu dia masih kelas dua SMK, tepatnya di SMK Wachid Hasjim Parengan, Lamongan. Dia bersama temannya sedang menempuh perjalanan dari Surabaya menuju pemberhentian, kecamatan Pucuk. Namun karena seringnya merokok, membuat dia juga sering berdiri di pintu untuk meludah. Teman yang pulang bersamanya sudah sering kali melarang hal yang dilakukan si Mbak, namun si Mbak tak mau mendengar. Tak disangka, Guys, teman saya itu terbawa arus angin yang kencang dan tubuhnya menabrak batu besar. Alhasil banyak bagian tubuhnya terpisah dan ia meninggal dunia. Well, saya dengar memang dia jatuh di tempat yang angker dan sering memakan korban.
           
Setiap apa pun yang kita lakukan kita memang patut berhati-hati, namun jika hidup kita hanya sampai di situ, kita hanya bisa pasrah pada kehendak Tuhan. Yang bisa manusia lakukan hanya berusaha mencegah.
           
Dari kejadian di atas ada dua penyebab yang membuat kita harus hati-hati. Pertama penyebabnya adalah rokok. Jika si Mbak teman saya itu tidak merokok maka tidak mungkin ia berdiri di pintu untuk hanya meludah. Yang kedua adalah kelalaian teman saya yang sembrono dengan berdiri di pintu. Jadi, Guys, jika naik kereta api jangan sekali-kali berdiri di pintu kalau tak ingin celaka. Dan mulai sekarang berhentilah merokok. Dilihat dari segi mana pun merokok itu tak membawa manfaat apa pun. Satu lagi, Guys, di mana pun kita berada jangan membuang apa pun dengan sengaja, siapa tahu itu daerah angker atau semacamnya.
           

Sampai di sini artikel dari saya. Tunggu artikel saya berikutnya. Semoga artikel ini memberikan banyak manfaat.


Gambar: Google

No comments: