Kereta
api. Jika mendengar nama kendaraan itu, pasti yang terpikir di benak kita
adalah bunyi, ‘Tut … tut … tut …,’ yang sering kita dengar pada lagu kereta api
yang berulang kali dinyanyikan adik kita. Hehe, masa kecil kurang bahagia.
Guys,
kalau mendengar kereta api, saya baru pertama kali menaiki kendaraan dengan
laju cepat itu. Kereta api saya
pilih sebagai alternatif adalah karena harga tiketnya yang ekonomis alias
murah. Pengalaman saya ketika menaiki kereta
api sangat seru, namun sering kali saya was-was jika lupa di mana tempat
pemberhentian kita, soalnya saya sering lupa arah. Hehe. Ketika itu saya dari
Surabaya akan menuju Lamongan. Sebelumnya saya belum pernah menaiki kendaraan
tersebut, tapi berhubung banyak teman yang bisa diajak bareng, maka saya ikut
saja. Sekalian buat pengalaman.
Seusai
naik kereta, saya teringat dengan temannya teman saya—saya lupa namanya, namun
sering dipanggil dengan sebutan, ‘Mbah’. Ketika itu dia masih kelas dua SMK,
tepatnya di SMK Wachid Hasjim Parengan, Lamongan. Dia bersama temannya sedang
menempuh perjalanan dari Surabaya menuju pemberhentian, kecamatan Pucuk. Namun
karena seringnya merokok, membuat dia juga sering berdiri di pintu untuk
meludah. Teman yang pulang bersamanya sudah sering kali melarang hal yang
dilakukan si Mbak, namun si Mbak tak mau mendengar. Tak disangka, Guys, teman
saya itu terbawa arus angin yang kencang dan tubuhnya menabrak batu besar.
Alhasil banyak bagian tubuhnya terpisah dan ia meninggal dunia. Well, saya
dengar memang dia jatuh di tempat yang angker dan sering memakan korban.
Setiap apa pun yang kita lakukan kita memang patut
berhati-hati, namun jika hidup kita hanya sampai di situ, kita hanya bisa
pasrah pada kehendak Tuhan. Yang bisa manusia
lakukan hanya berusaha mencegah.
Dari
kejadian di atas ada dua penyebab yang membuat kita harus hati-hati. Pertama
penyebabnya adalah rokok. Jika si Mbak teman saya itu tidak merokok maka tidak
mungkin ia berdiri di pintu untuk hanya meludah. Yang kedua adalah kelalaian
teman saya yang sembrono dengan berdiri di pintu. Jadi, Guys, jika naik kereta
api jangan sekali-kali berdiri di pintu kalau tak ingin celaka. Dan mulai
sekarang berhentilah merokok. Dilihat dari segi mana pun merokok itu tak
membawa manfaat apa pun. Satu lagi, Guys, di mana pun kita berada jangan
membuang apa pun dengan sengaja, siapa tahu itu daerah angker atau semacamnya.
Sampai
di sini artikel dari saya. Tunggu artikel saya berikutnya. Semoga artikel ini
memberikan banyak manfaat.
Gambar: Google

No comments:
Post a Comment