Friday, 30 October 2015

Kenali Alergi pada si Kecil dan Cara Tepat Mengatasinya



Alergi adalah reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap sesuatu yang dianggap berbahaya—benda asing—walau sebenarnya tidak. Alergi disebabkan oleh berbagai faktor dan berbagai reaksi untuk mengungkapkannya. Namun Bunda, jika si kecil tiba-tiba susah buang air besar atau sering buang air besar, gatal-gatal, dan lainnya, jangan langsung memprediksi bahwa si kecil mengalami alergi, terlebih biasanya saat si kecil mencoba susu baru yang Bunda berikan.

Sebelum menyatakan bahwa si kecil mengalami alergi, maka terlebih dahulu kenali beberapa gejala alergi yang sering timbul.
  1. Gangguan Kulit, seperti gatal-gatal kulit, eksem, dan lain-lain.
  2.  Ganggaun Pernapasan, seperti batuk pilek berulang, napas berbunyi yang biasa disebut mengi, asma, dan lain-lain.
  3. Gangguan Pencernaan seperti diare, sembelit, dan muntah.

Faktor yang menyebabkan alergi ada dua, yaitu.
1. Faktor Genetik atau Bawaan dari Riwayat Keluarga Alergi
Setiap anak mendapatkan bakat alergi yang diturunkan dari orangtuanya. Anak yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat alergi memiliki peluang mengalami alergi lebih tinggi dibanding dengan yang tidak.
a)      Seorang anak jika bunda dan ayahnya tidak alergi, maka kemungkinan si kecil mendapat alergi adalah sepuluh hingga dua puluh persen.
b)      Seorang anak jika salah satu antara bunda, ayah, atau saudaranya mengalami alergi maka kemungkinan si kecil alergi adalah dua puluh hingga enam puluh persen.
c)      Seorang anak jika kedua orangtuanya menderita alergi, maka peluang si kecil mengalami alergi adalah empat puluh hingga tujuh puluh persen.
2. Faktor Lingkungan
Dalam keadaan alergi, sistem kekebalan tubuh salah mengenali benda asing yang dianggap berbahaya. Benda tersebut biasanya berasal dari makanan, debu, serbuk tanaman, bulu hewan, jamur, sengatan serangga atau obat-obatan, dan lain-lain.

Jika si kecil berisiko mengalami alergi, maka dapat dilakukan pencegahan dengan memberi ASI eksklusif selama enam bulan pertama dan memberikan alternatif nutrisi yang memiliki kandungan protein yang sudah diparsial atau dipecah menjadi bagian protein terkecil sehingga mengurangi timbulnya gejala alergi tersebut. Sedangkan jika alergi muncul setelah si kecil diberi susu sapi atau makanan dan minuman yang berbahan susu sapi, maka si kecil mengalami gejala alergi susu sapi, dan cara tepat menanganinya adalah hindarkan si kecil pada susu sapi atau segala produk yang berbahan dasar susu sapi, kemudian mengganti nutrisinya dengan susu berbahan dasar dari isolate protein kedelai yang nutrisinya setara dengan protein susu sapi.


Bunda, saat ini banyak cara dan nutrisi untuk mengatasi alergi yang diderita si kecil. Agar si kecil tetap cerdas bertalenta, maka berikan nutrisi kepada si kecil sesuai dengan alergi yang dideritanya. Namun, sekali lagi Bunda harus mengenali terlebih dahulu alergi jenis apa yang diderita si kecil. Bunda jangan panik. Selalu berikan yang terbaik untuk si kecil.



Gambar: Google

No comments: