Alergi
adalah reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap sesuatu yang dianggap
berbahaya—benda asing—walau sebenarnya tidak. Alergi disebabkan oleh berbagai
faktor dan berbagai reaksi untuk mengungkapkannya. Namun Bunda, jika si kecil
tiba-tiba susah buang air besar atau sering buang air besar, gatal-gatal, dan
lainnya, jangan langsung memprediksi bahwa si kecil mengalami alergi, terlebih
biasanya saat si kecil mencoba susu baru yang Bunda berikan.
Sebelum menyatakan bahwa si kecil
mengalami alergi, maka terlebih dahulu kenali beberapa gejala alergi yang
sering timbul.
- Gangguan Kulit, seperti gatal-gatal kulit, eksem, dan lain-lain.
- Ganggaun Pernapasan, seperti batuk pilek berulang, napas berbunyi yang biasa disebut mengi, asma, dan lain-lain.
- Gangguan Pencernaan seperti diare, sembelit, dan muntah.
Faktor
yang menyebabkan alergi ada dua, yaitu.
Setiap anak mendapatkan bakat alergi yang diturunkan dari orangtuanya. Anak yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat alergi memiliki peluang mengalami alergi lebih tinggi dibanding dengan yang tidak.
a) Seorang anak jika bunda dan ayahnya tidak alergi, maka kemungkinan si kecil mendapat alergi adalah sepuluh hingga dua puluh persen.
b) Seorang anak jika salah satu antara bunda, ayah, atau saudaranya mengalami alergi maka kemungkinan si kecil alergi adalah dua puluh hingga enam puluh persen.
c) Seorang anak jika kedua orangtuanya menderita alergi, maka peluang si kecil mengalami alergi adalah empat puluh hingga tujuh puluh persen.
2. Faktor Lingkungan
Dalam
keadaan alergi, sistem kekebalan tubuh salah mengenali benda asing yang
dianggap berbahaya. Benda tersebut biasanya berasal dari makanan, debu, serbuk
tanaman, bulu hewan, jamur, sengatan serangga atau obat-obatan, dan lain-lain.
Jika si kecil berisiko
mengalami alergi, maka dapat dilakukan pencegahan dengan memberi ASI eksklusif
selama enam bulan pertama dan memberikan alternatif nutrisi yang memiliki kandungan
protein yang sudah diparsial atau dipecah menjadi bagian protein terkecil
sehingga mengurangi timbulnya gejala alergi tersebut. Sedangkan jika alergi
muncul setelah si kecil diberi susu sapi atau makanan dan minuman yang berbahan
susu sapi, maka si kecil mengalami gejala alergi susu sapi, dan cara tepat
menanganinya adalah hindarkan si kecil pada susu sapi atau segala produk yang
berbahan dasar susu sapi, kemudian mengganti nutrisinya dengan susu berbahan
dasar dari isolate protein kedelai yang nutrisinya setara dengan protein susu
sapi.
Bunda, saat ini banyak cara dan nutrisi untuk mengatasi
alergi yang diderita si kecil. Agar si kecil tetap cerdas bertalenta, maka
berikan nutrisi kepada si kecil sesuai dengan alergi yang dideritanya. Namun,
sekali lagi Bunda harus mengenali terlebih dahulu alergi jenis apa yang
diderita si kecil. Bunda jangan panik. Selalu berikan yang terbaik untuk si
kecil.
Gambar: Google
Gambar: Google

No comments:
Post a Comment